Bandung, 28 November 2023 - Aliansi Buruh Bekasi Melawan (BBM) menciptakan gelombang protes di Tol Pasteur, Bandung, dalam perjalanan mereka menuju Gedung Sate untuk mengadvokasi penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di Jawa Barat. Protes ini, yang dilakukan pada 28 November 2023, menyoroti ketidakpuasan buruh terhadap penetapan UMK yang dianggap tidak memenuhi standar kehidupan yang layak.
Protes Terhadap Penetapan UMK
Dalam orasi yang berlangsung selama 25 menit di Tol Pasteur, massa aksi BBM mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat. Kritik utama tertuju pada belum dikeluarkannya Surat Keputusan terkait kenaikan UMK untuk tahun 2024. Nilai kenaikan yang direkomendasikan oleh Bupati dan Walikota Bekasi, yaitu 13,99% untuk Kabupaten Bekasi dan 14,02% untuk Kota Bekasi, menjadi pusat tuntutan.
Sikap "Kuncir Setan" dan Massa Aksi
Pimpinan aksi, dikenal sebagai "Kuncir Setan", menegaskan bahwa ketidakterbitan SK kenaikan UMK oleh Pj Gubernur Jawa Barat adalah hal yang tidak dapat diterima. Kuncir Setan mengartikulasikan bahwa protes ini bukan hanya menuntut kenaikan upah, tetapi juga mengekspresikan kekecewaan mendalam terhadap pemerintah yang belum merespons rekomendasi yang ada.
Dampak pada Lalu Lintas dan Kesadaran Publik
Protes di Tol Pasteur mengakibatkan kemacetan yang cukup panjang, menunjukkan dampak langsung dari aksi buruh pada kehidupan sehari-hari masyarakat. Hal ini juga meningkatkan kesadaran publik tentang perjuangan buruh dan isu-isu yang mereka hadapi dalam konteks ekonomi dan sosial yang lebih luas.
Pergerakan Menuju Gedung Sate
Setelah orasi, massa aksi BBM melanjutkan perjalanan ke Gedung Sate dengan pengawalan kepolisian. Perjalanan ini menjadi simbol dari tekad buruh untuk terus berjuang dan menegaskan tuntutan mereka di depan gedung pemerintahan.
Refleksi dan Harapan
Aksi di Tol Pasteur merefleksikan tekad kuat buruh Bekasi untuk memperjuangkan kesejahteraan mereka. Dengan orasi dan protes mereka, BBM menuntut agar pemerintah segera merespons dengan kebijakan yang lebih adil dan manusiawi. Aksi ini menandai pentingnya solidaritas buruh dan peran aktif mereka dalam mempengaruhi kebijakan publik dan kesadaran sosial.
Respons dari Pj Gubernur Jawa Barat dan otoritas terkait terhadap tuntutan ini akan menjadi penentu dalam mencapai solusi yang adil bagi buruh. Aksi di Tol Pasteur dan perjalanan menuju Gedung Sate menjadi momen kritis dalam perjuangan buruh untuk hak dan kesejahteraan mereka di Indonesia, khususnya di Jawa Barat.
0 komentar:
Posting Komentar